WAY KANAN, Jurnallampung.com – Isu pembangunan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Way Kanan terus memanas di ruang digital. Postingan viral dari akun “Medi Joy” yang menyoroti proyek tersebut tidak hanya memicu diskusi soal transparansi, tetapi juga memunculkan janji kolaborasi pengawalan dari sejumlah tokoh masyarakat dan jurnalis.
Dalam kolom komentar, akun Ferdiansyah secara tegas menawarkan diri untuk melakukan verifikasi lapangan. “Ayo Kapan Kita Check And Ricek,” tulisnya, menunjukkan sikap proaktif untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam pembangunan koperasi tersebut.
Menanggapi tawaran tersebut, Medi Joy selaku pembuat postingan menyambut baik dan berjanji akan mengoordinasikan jadwal pengecekan. “Ayok nanti saya atur jadwal ada oknum-oknum terimakasih,” balasnya, mengisyaratkan adanya indikasi kejanggalan yang perlu dibuktikan di lapangan.
Selain soal verifikasi fisik, warganet juga menyoroti aspek finansial. Akun Rusman Ganta mendesak agar audit tidak hanya berhenti pada bangunan, melainkan menelusuri aliran dananya. “Yg di cek itu aliran dananya dr pucuk brp nyampek bawah brp,” komentarnya, menuntut transparansi dari hulu ke hilir.
Medi Joy merespons dengan strategi bertahap. Ia mengakui bahwa isu aliran dana tingkat tinggi (“mainan nasional”) memang kompleks, sehingga ia memilih fokus pada pengawasan level lokal terlebih dahulu. “Sabar guru itu mainan nasional. Kita soroti mainan bawah aja terimakasih sudah hadir,” jelasnya.
Sebelumnya, akun I Gede Budi Artana juga menyarankan agar pengawasan dilakukan secara sistematis dari atas ke bawah agar data yang didapat valid (“A1”). Medi Joy sendiri mengakui keterbatasan sumber daya saat ini namun berkomitmen terus mengawal isu tersebut, bahkan berencana membawanya ke ranah nasional suatu hari nanti.
Dinamika komentar ini menegaskan bahwa masyarakat Way Kanan tidak tinggal diam. Mereka menuntut akuntabilitas penuh atas penggunaan dana koperasi, mulai dari integritas oknum pejabat hingga detail teknis penyaluran anggaran di lapangan.
(Red)