LAMPUNG, Jurnallampung.com – Tragedi kembali terjadi di ruas Jalan Tebing Cuaca, perbatasan Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat. Kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan maut di lokasi tersebut, sekaligus memicu desakan keras masyarakat agar pemerintah segera melakukan penanganan serius dan menyeluruh.
Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama instansi terkait dapat segera mengkaji dan memperbaiki titik-titik rawan di kawasan itu. Sejumlah langkah konkret yang mendesak dilakukan meliputi perbaikan kondisi jalan, pembangunan tembok penahan atau pengaman di area berbahaya, pemasangan rambu peringatan yang memadai, penerangan jalan, serta perbaikan marka jalan guna meminimalisir risiko kecelakaan.
Usulan Jalur Alternatif dan Koordinasi Lintas Daerah
Selain perbaikan infrastruktur utama, masyarakat juga mengusulkan agar jalur lama di kawasan Tebing Cuaca dibangun kembali dan difungsikan sebagai jalur alternatif. Kehadiran jalur ini dinilai krusial untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama saat kondisi cuaca buruk atau ketika jalur utama mengalami gangguan.
Harapan serupa juga disampaikan kepada Bupati Tanggamus, H. Saleh Asnawi, dan Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus. Keduanya didesak untuk berkoordinasi intensif dengan pemerintah provinsi serta instansi teknis terkait guna mempercepat penanganan ruas jalan strategis ini sesuai kewenangan masing-masing.
Sebagai penghubung antara Tanggamus, Lampung Barat, Lampung Utara, hingga Palembang, ruas Jalan Tebing Cuaca setiap hari dilalui ribuan kendaraan pribadi, angkutan umum, dan logistik. Aspek keselamatan di jalur ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.
Imbauan Kewaspadaan bagi Pengguna Jalan
Di tengah menunggu langkah nyata pemerintah, masyarakat mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Pengendara diminta mematuhi rambu lalu lintas, mengurangi kecepatan saat melintasi tanjakan dan tikungan tajam, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Hal ini terutama berlaku bagi pengendara yang baru pertama kali melewati kawasan Tebing Cuaca.
Masyarakat berharap kejadian berulang ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk bertindak cepat, terencana, dan berkelanjutan. Langkah nyata pencegahan sangat dinantikan agar Tebing Cuaca tidak lagi menjadi “jalan maut”, melainkan jalur yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh pengguna jalan.
( Eko )