TANGGAMUS, Jurnallampung.com – Kecelakaan lalu lintas melibatkan trailer pengangkut pipa pengeboran milik PT GWDC terjadi di tikungan “Leter S” jalur Ulubelu–Talang Padang, Jumat (13/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan pipa berserakan di badan jalan dan sempat menimbulkan kemacetan panjang.
Informasi dihimpun Jurnallampung.com, trailer tersebut dikelola PT CAS/CAM yang beroperasi untuk kegiatan moving pipa pengeboran.
Saksi mata di lokasi, Dedi, Ketua PP PAC Kecamatan Ulubelu, menuturkan kronologi kejadian. “Sekitar pukul 01.00 WIB saya dari arah Talang Padang menuju Ulubelu. Sedangkan trailer itu dari arah Ulubelu ke Talang Padang. Saya melihat mobil sudah di pinggir jalan dan pipa berserakan di jalan. Sopir dan kernet trailer saya arahkan untuk dilarikan ke klinik terdekat agar mendapat perawatan,” ujar Dedi.
Polisi Turun Langsung Atur Lalin
Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin bersama anggota langsung turun ke lokasi kejadian untuk mengatur lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan lebih parah.
Ia mengimbau masyarakat pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di jalur tersebut. “Kepada masyarakat pengguna jalan agar berhati-hati dalam berkendara agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkas Iptu Suamin.
PP PAC Ulubelu: Evaluasi Jam & Cara Moving
Menyikapi kejadian ini, Dedi selaku Ketua PP PAC Ulubelu mengimbau seluruh perusahaan trucking yang beroperasi di Ulubelu, khususnya PT CAS/CAM, untuk mengutamakan safety dalam kegiatan moving guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pengguna jalan dan masyarakat.
“Selama ini moving dilakukan mulai pukul 22.00 sampai 06.00 WIB. Melalui media ini saya menghimbau agar jam moving dicoba diubah mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB. Alasannya, di bawah jam 00.00 masyarakat masih banyak yang melintas arah Ulubelu maupun Talang Padang. Kegiatan moving sangat berisiko bagi masyarakat,” katanya.
Dedi juga meminta kegiatan moving jaga jarak dan tidak konvoi karena sangat mengganggu pengguna jalan. “Kegiatan moving harus jaga jarak, tidak boleh konvoi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Hak Jawab
Redaksi Jurnallampung.com telah berupaya menghubungi pihak manajemen PT GWDC, PT CAS/CAM, dan pihak terkait lainnya untuk konfirmasi penyebab pasti kecelakaan, kondisi sopir/kernet, serta langkah evaluasi safety moving. Ruang hak jawab terbuka seluas-luasnya sesuai UU Pers No 40/1998.
( Taufik )