WAY KANAN, Jurnallampung.com – Pencarian intensif terhadap Alvi, 8 tahun, bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Way Kanan, Kampung Negara Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu 10 Juni 2026 sore.
Jasad Alvi ditemukan sekitar 10 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hanyut.
Ditemukan di Negara Batin
Informasi yang dihimpun, korban dievakuasi sekitar pukul 17.50 WIB. Jasad Alvi ditemukan di aliran Sungai Way Kanan wilayah Kampung Negara Batin, Kecamatan Negara Batin.
“Tim gabungan menyisir sungai dari hulu ke hilir. Alhamdulillah korban ditemukan sore ini sekitar pukul 17.50 WIB di Kampung Negara Batin, atau kurang lebih 10 kilometer dari titik awal hilangnya korban,” kata Komandan Regu Danru Tim SAR BPBD Way Kanan, Leo Saputra, Rabu 10 Juni 2026 malam.
Penemuan itu merupakan hasil kerja sama Tim SAR BPBD Kabupaten Way Kanan bersama aparat kampung dan warga setempat yang terus menyisir aliran sungai sejak korban dilaporkan hilang.
Jenazah Langsung Dimakamkan
Setelah dievakuasi, jenazah Alvi langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Negara Ratu menggunakan ambulans dari lokasi penemuan.
Suasana duka menyelimuti kediaman orang tua korban, Ali Kusno, 38 tahun. Pihak keluarga menyatakan ikhlas dan menerima kepergian Alvi sebagai musibah.
Mewakili keluarga, Ali Mansur selaku kerabat dekat menegaskan keluarga menolak autopsi agar proses pemakaman bisa segera dilakukan.
“Kami keluarga sudah ikhlas dengan kepergian almarhum dan menganggap ini musibah. Demi kelancaran proses pemulasaraan dan agar almarhum segera dimakamkan, kami sepakat menolak autopsi dari pihak kepolisian,” ujar Ali Mansur dengan nada tegar.
Jenazah Alvi dimakamkan malam itu juga di Tempat Pemakaman Umum TPU Kampung Negara Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu.
Keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Tim SAR BPBD, aparat kampung, dan warga yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan.
Himbauan BPBD
BPBD Way Kanan mengimbau orang tua dan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama di musim hujan dan debit air sungai tinggi. Hindari bermain di tepi sungai tanpa pengawasan orang dewasa.
(JL 1 )