TANGGAMUS, Jurnallampung.com – Sejumlah warga Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, yang rumahnya terdampak rentetan gempa mikro menyampaikan keluhan terkait respon PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulubelu. Mereka menilai komunikasi dan bantuan darurat belum dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, warga mengaku belum melihat posko pengaduan sosial maupun bantuan darurat dasar dari PGE untuk rumah yang mengalami kerusakan fisik seperti dinding retak.

“Rumah kami yang retak, anak-anak kami yang ketakutan setiap malam. Kami berharap ada tim PGE yang turun langsung mendata dan menenangkan warga, bukan hanya rapat dengan pejabat Pekon,” ujar salah satu warga terdampak yang minta namanya dirahasiakan.
Komunikasi Dinilai Kurang Inklusif
Menurut warga, Kepala Humas PGE Area Ulubelu Riyan lebih sering berkoordinasi dengan Kepala Pekon dan tokoh masyarakat tertentu. Warga berharap Humas juga hadir langsung ke pemukiman terdampak untuk mendengar keluhan dari tingkat bawah.
Langkah koordinasi dengan aparatur Pekon dinilai warga sebagai upaya administratif, sementara kebutuhan psikologis dan data kerugian warga belum tersentuh.
PGE Gandeng Unila, Warga Minta Aksi Darurat Dulu
PGE saat ini menggandeng akademisi Universitas Lampung (Unila) untuk mengkaji kaitan operasional geothermal dengan kegempaan mikro di Ulubelu.
Warga memahami pentingnya kajian ilmiah. Namun mereka meminta aksi kemanusiaan tidak ditunda. “Kajian bisa berbulan-bulan. Sementara rumah kami retak dan anak-anak trauma sekarang juga. Kami butuh respon darurat hari ini,” kata warga lainnya.
Warga juga berharap akses penyampaian keluhan ke manajemen PGE, khususnya Divisi Humas, dipermudah. Mereka mengusulkan dibukanya posko pengaduan di lokasi terdampak agar data kerugian bisa didata secara cepat dan jujur.
Tuntutan Warga Ulubelu:
- Turun Langsung ke Lapangan: Tim PGE mendatangi pemukiman terdampak, bukan hanya rapat di kantor Pekon.
- Buka Posko Pengaduan & Bantuan Darurat: Salurkan bantuan dasar paling minimal untuk warga terdampak sambil menunggu hasil kajian.
- Pendataan Kerugian Transparan: Libatkan warga langsung dalam pendataan kerusakan rumah.
- Komunikasi Inklusif: Humas PGE membuka jalur komunikasi yang mudah diakses warga terdampak.
Hak Jawab
Redaksi Jurnallampung.com telah berupaya konfirmasi ke Kepala Humas PGE Area Ulubelu Riyan dan Manajemen PGE untuk mendapatkan penjelasan terkait respon, rencana bantuan darurat, dan mekanisme pengaduan warga. Ruang hak jawab dan klarifikasi terbuka seluas-luasnya bagi PGE sesuai UU Pers No 40/1998.
Redaksi juga mendorong semua pihak menahan diri, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan mengutamakan keselamatan warga Ulubelu.JL 05
( Taufik )