Tanggamus. 𝙅𝙪𝙧𝙣𝙖𝙡𝙡𝙖𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜. 𝘾𝙤𝙢, – Warga dua pekon di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus merasa resah ada adanya kegiatan Mufeng atau perpindahan alat berat yang dilakukan siang hari oleh PT Pertamina Giotermal Enegi.

Salah seorang Warga Pekon (desa,RED) Muaradua, yang enggan disebut Namanya menagatakan, kegiatan mufing yang dilakukan siang hari mengganggu aktifitas warga di dua Pekon, Muradua dan Karangrejo, Kecamatan Ulubelu
Menurutnya, karena aktivitas masyarakat akan terganggu dengan adanya lalu lalang kendaraan. “Anak anak mau sekolah, ngaji, dan para orang tuanya mau kekebon , ditakutkan kalau dibiarkjan terus seperti ini aka nada insiden yang tidak baik,” katanya.
Sebelumnya, kata dia, pernah adanya protes masalah tersebut, kemudian terjadi adannya kesepakatamn yang tidak merugikan semuanya.

“Tadinya pernah terjadi insiden atau protes warga, tapi terjadi adanya kesepakatan, ini mau diulang lagi. Takutnya masayarakat sudah tidak sabar alagi dan malah jadi lebih parah lagi,” ujarnya.
Kespakatan tersebut, terjadi antara Perusahaan dengan warga dan kepalam pekon, disepakati mufing dilakukan p[ada malam hari, karena menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dan juga memberi ruang untuk masarakat, melakukan aktifitas dijalan raya tersebut.
Harapannya, perusahaan tetap mempertimbangkan aspek kenyamanan kepada warga, mufingnya jangan siang hari.
“Ya minimal jam tujuh malam, biar tidak menggangu aktifitas Masyarakat,” kata sumber tersebut.
Pihak Perusahaan hingga berita ini ditayangkan, enggan memberikan jawaban via pesan singkat whatsapp.
𝙀𝙙𝙞𝙩𝙤𝙧 : 𝙁𝙚𝙧𝙙𝙮
𝙇𝙖𝙥𝙤𝙧𝙖𝙣 : 𝙏𝘼𝙐𝙁𝙄𝙆