PRINGSEWU – JURNALLAMPUNG.COM
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 01 Sri Rahayu, Pekon Banyu Urip, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, menuai sorotan. Menu yang dibagikan kepada para siswa dinilai belum memenuhi harapan sebagai asupan bergizi bagi anak sekolah.
Berdasarkan pantauan awak media pada Rabu (15/04/2026), siswa di SD Negeri 01 Sri Rahayu menerima paket makanan berupa satu buah jeruk, satu potong tempe goreng, irisan kecil ikan lele seukuran ibu jari, serta kuah bening. Porsi tersebut dinilai sangat terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan gizi harian anak usia sekolah.
Temuan ini juga selaras dengan kondisi di sekolah lain yang berada dalam satu dapur distribusi. Seorang dewan guru menyebutkan bahwa kesamaan menu terjadi karena sumber dapur yang sama.
“Kalau dapurnya sama, ya menunya juga sama,” ujarnya singkat.
Program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan mendukung konsentrasi belajar siswa, diharapkan dapat disajikan sesuai standar gizi seimbang.
Namun, kondisi di lapangan memunculkan pertanyaan terkait kualitas, kuantitas, serta pengawasan dalam pelaksanaannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait mengenai standar menu, anggaran, serta mekanisme pengawasan distribusi makanan di SD Negeri 01 Sri Rahayu.
Masyarakat dan wali murid berharap adanya evaluasi menyeluruh serta transparansi dari pihak terkait. Pengawasan yang ketat dinilai penting agar program pemerintah tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang siswa, bukan sekadar formalitas.
(DIMAS MR)