Akibat Seorang Warga Di Tembak Oleh Oknum Polisi,Warga Tersulut Emosi Membakar PT AKG di Bumi agung

0

Blambangan Umpu.JURNALLAMPUNG.COM .- Menjelang Kunjungan Gubernur Lampung, Bumi Ramik Raghom Way kanan justru mencekam, semalam ratusan massa yang tidak diketahui membakar Mess PT AKG, ( Group BW red ), diduga hal itu karena dipicu adanya warga setempat yang tewas ditembak oleh Anggota Polisi yang menjadi penjaga PT AKG .


“Saya tidak tahu persis informasinya, warga menemukan Alm Ansori bin Jumari (30) warga Bumi Agung sudah meninggal dunia didalam sebuah mobil dipinggir jalan yang menabrak pohon kelapa sawit, mirisnya warga juga menemukan kalau Ansori diduga di tembak dengan 2 peluru sesuai dengan selongsong yang mereka temukan didalam mobil yang diduga ditemnbak dari jarak dekat, oleh oknum yang katanya brimob yang berjaga di PT AKG,’ ujar Sumber terpercaya Radar Lampung.

Foto : Situasi Di PT AKG Pasca Pembakaran Oleh Massa


“Infonya lanjut Narasumber tadi, korban Ansori, ditengarai mencuri buah sawit, di PT AKG, tetapi kok ya mahal harga buah sawit ya dari nyawa manusia,” imbuhya.
Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna yang dikonfirmasi Radar Lampung membenarkan kejadian tersebut, dan menyatakan pelaku penembakan tersebut bukan anggota brimobmelainkan Anggota Dit Samapta Polda Lampung.
“ Sekarang pelaku sudah diPolda dan diepriksa Div Propam, “ pendek jawab kapolres.

Baca Juga  Yoz Rijal, Bendahara DPD Partai Demokrat Lampung Mantap Calon Kan Diri Di Pilbup Way Kanan


Lebih jauh Kapolres Way kanan menyatakan, pasca Kejadian Aksi Pembakaran PT AKG Bahuga, yang diduga dipicu oleh penembakan warga yang diduga mencuri swait tersebut, Polres Way Kanan Bersama Polda Lampung sudah melakukan pengamanan dan Penanganan Jaga Kondusifitas
“Saya pastikan sekarang kondisi di Kampung Bumi Agung Kecamatan Bahuga Kabupaten Way Kanan, telah kondusif. Pasca aksi pembakaran bangunan kantor di PT. AKG Bahuga. “Saat ini kondisi sudah kondusif, warga sudah bubar sejak semalam,” kata Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna.


Aksi pembakaran terjadi pada hari Senin 30 Januari 2023 sekitar pukul 01.00 Wib, massa yang diperkirakan tidak kurang dari 300 orang tersebut bertindak anarkis melampiaskan kemarahan, dengan membakar sejumlah fasilitas perusahaan seluas 1 hektar terbuat dari tembok berisi pupuk, solar, dan peralatan PT yang semuanya habis terbakar.
Selain bangunan, masyarakat juga membakar kendaraan PT berupa 5 unit traktor, 4 unit motor, dan 1 unit mobil truck dengan jumlah kerugian ditaksir sekitar 3 miliar rupiah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan setelah melakukan aksi pembakaran massa membubarkan diri pada pukul 03.30 Wib.


Untuk mengetahui penyebab lebih dalam berdasarkan fakta dilapangan, Polres Way Kanan dibantu Polda Lampung sedang menyelidiki kasus ini, aparat masih mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Menurut Kapolres, dugaan sementara aksi pembakaran diakibatkan kekecawaan warga Kampung Bumi Agung, Kampung Giri Harjo dan Kampung Tulang Bawang karena terjadinya penembakan oleh oknum personel PAM Polda Lampung yang bertugas di PT. AKG terhadap seorang warga Kampung Bumi Agung yang di duga melakukan pencurian sawit di kebun milik perusahaan tersebut.

Baca Juga  Antisipasi Aksi Kriminalitas, Polres Way Kanan Gelar Patroli KRYD di Umpu Semenguk


Terpisah Sairul Sidiq SH, Ketua Komisi IV DPRD Way kanan ynag juga Ketua DPC PKB Way Kanan sangat menyayangkan tewasnya warga oleh peluru petugas hanya karena mencuri buah kelapa sawit,
“ Miris memang apa iya harga kelapa sawit itu lebih mahal dari nyawa seseorang, apa anggota itu tidak membayangkan kalau hal itu menimpa anggota keluarganya, sebagai perwakilan warga dapil 2 ( Bahuga, Buay Bahuga, Way Tuba dan Bumi Agung red ) saya meminta agar oknum petugas yang menjadi penjaga perusahaan itu untuk dihukum yang seberat beratnya, karena setahu Polisi itu tuagsnya pokoknya memberikan rasa aman dan nyaman serta mengayomi masyarakat bukan malah membunuh masyarakat” tegas Sairul Sidiq ( KRIS )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *