BANDAR LAMPUNG, Jurnallampung.com – Kedatangan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam rangkaian safari politik di Provinsi Lampung pada Sabtu (27/6/2026) diwarnai aksi demonstrasi penolakan. Ratusan massa yang didominasi oleh ibu-ibu atau emak-emak berkumpul di kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung, untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Aksi ini dilakukan oleh gabungan elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML) dan aliansi Forum Masyarakat Lampung (FML). Massa tampak mengenakan pakaian seragam gamis hitam dan membawa berbagai spanduk berisi tuntutan serta sindiran tajam.
Tuntutan Transparansi Ijazah
Salah satu sorotan utama dalam aksi ini adalah tuntutan agar Jokowi menunjukkan ijazah aslinya. Teriakan “Tunjukkan Ijazahmu!” terdengar lantang dari barisan demonstran. Koordinator aksi, Merry, menyatakan bahwa pihaknya menyayangkan keputusan Jokowi memulai safari politik dari Lampung sementara polemik terkait legalitas pendidikan mantan presiden tersebut belum mendapatkan penyelesaian yang jelas dan transparan di mata publik.
“Kami merasa tidak nyaman jika beliau datang seolah-olah一切 normal, padahal ada pertanyaan besar yang belum terjawab,” ujar Merry di lokasi aksi.
Pengamanan Ketat oleh Polwan
Mengingat situasi yang cukup panas, pihak kepolisian mengerahkan pengamanan ekstra. Satu peleton Polisi Wanita (Polwan) ditugaskan khusus untuk mengamankan jalannya demonstrasi dan menjaga jarak aman antara massa dengan rute pergerakan kendaraan Jokowi. Hingga berita ini diturunkan, aksi berjalan relatif kondusif meski sempat terjadi gesekan verbal antara pendukung dan pendemo.
Kehadiran emak-emak sebagai aktor utama dalam penolakan ini menandakan bahwa isu integritas dan transparansi kepemimpinan telah menyentuh sendi-sendi rumah tangga dan menjadi perhatian serius bagi kaum ibu di Lampung.
( Herianto )