Ulubelu.Tanggamus, Jurnallampung.com – Sejumlah warga Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan frekuensi gempa yang kerap terjadi di wilayah Ring 1 Ulubelu. Warga menduga aktivitas pemboran panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk/PGE Ulubelu menjadi salah satu pemicunya.
“Wilayah kami hampir tiap hari merasakan getaran. Rumah warga sudah banyak yang retak. Kami menduga aktivitas pengeboran PGE Ulubelu berkontribusi terhadap kejadian ini,” kata AN, warga Ulubelu yang enggan disebutkan nama lengkapnya, Rabu (4/6/2026).
Bantahan PGE
General Manager PGE Area Ulubelu, Edy Sudarmadi, sebelumnya membantah gempa bersumber dari aktivitas pengeboran panas bumi. Ia menegaskan operasional PGE mengikuti standar keselamatan dan pemantauan seismik.
Pendapat Pakar
Sejumlah peneliti dan pegiat lingkungan menilai aktivitas pengeboran/injeksi fluida pada sistem panas bumi dapat memicu gempa mikro, khususnya di zona patahan aktif. Namun, keterkaitan langsung dengan gempa yang dirasakan warga Ulubelu memerlukan kajian seismik dan data pemantauan yang komprehensif dari lembaga berwenang seperti BMKG dan PVMBG.
Tuntutan Warga
Warga berharap PGE Ulubelu melakukan kajian lingkungan dan dampak sosial yang transparan serta melibatkan masyarakat. Mereka juga meminta pemasangan alat pemantau getaran di permukiman Ring 1 agar data kerusakan rumah dapat diverifikasi objektif.
“Energi panas bumi penting bagi transisi energi nasional. Tapi keselamatan dan hak warga harus dijamin. Jangan sampai energi bersih justru mengorbankan masyarakat sekitar,” ujar AN.
Catatan Redaksi: http://Jurnallampung.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada PT PGE Ulubelu, BMKG Lampung, dan PVMBG. Redaksi akan memuat data seismik resmi bila tersedia.
(RED)