WAY KANAN, Jurnallampung.com – Guna mempererat tali persaudaraan dan menjaga komunikasi antarrelawan, Abah Aklan, mantan Ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) Relawan Adipati Lagi Kecamatan Negeri Agung periode 2020, menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi ke kediaman Indra Septa Purnama, S.H., di Way Kanan. Kunjungan ini menjadi momen spesial mengingat keduanya memiliki sejarah panjang dalam mengawal perjalanan politik di Bumi ramik ragom.
Indra Septa Purnama, yang pernah menjabat sebagai Bendahara Relawan Adipati Lagi tingkat Kabupaten Way Kanan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Indra menegaskan bahwa merawat silaturahmi adalah bagian penting dari menjaga kekompakan organisasi dan persahabatan yang telah terjalin sejak lama.
“Alhamdulillah sampai saat ini beliau dan istri masih sehat dan menyempatkan diri singgah. Semoga terus terawat silaturahmi ini,” tulis Indra dalam caption fotonya, didampingi foto kebersamaan yang hangat bersama Abah Aklan dan istri.
Momen silaturahmi ini juga mendapat perhatian khusus dari tokoh-tokoh senior. Raden Adipati Surya, Bupati Way Kanan periode sebelumnya, turut memberikan komentar dalam unggahan tersebut. Ia menyampaikan salam hormat dan doa tulus agar Abah Aklan beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan. Kehadiran nama besar seperti Raden Adipati Surya dalam kolom komentar menunjukkan bahwa ikatan emosional antarrelawan tetap terjaga erat meski waktu telah berlalu.
Kunjungan Abah Aklan bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan simbol bahwa nilai-nilai kekeluargaan dan loyalitas dalam relawan Adipati Lagi tidak luntur dimakan zaman. Di tengah dinamika politik yang sering kali berubah-ubah, kemampuan untuk tetap saling menghargai dan berkunjung satu sama lain menjadi teladan positif bagi generasi relawan selanjutnya.
Seperti yang disampaikan oleh salah satu netizen dalam kolom komentar, “Komunikasi terbaik adalah silaturahmi.” Pesan sederhana ini menjadi pengingat bahwa di balik segala perbedaan peran dan waktu, persaudaraan tetaplah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis.
(Red)