WAY KANAN, Jurnallampung.com – Kondisi bangunan Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Dusun Bangun Rejo, Kampung Bukit Gemuruh, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, memprihatinkan. Fasilitas yang seharusnya menjadi solusi sebagai tempat pendidikan baca Alquran mangkrak dan struktur bangunannya sudah banyak yang retak.

Yang lebih mencolok, bangunan tersebut tidak dilengkapi dengan papan nama proyek atau prasasti peresmian. Ketidakhadiran identitas proyek ini memicu spekulasi liar di kalangan warga mengenai asal-usul anggaran dan kualitas pengerjaannya.
Dugaan Pengerjaan Asal-Asalan
Berdasarkan pantauan Jurnallampung.com di lapangan, retakan pada dinding dan struktur bangunan TPA tersebut mengindikasikan adanya masalah serius dalam konstruksi. Warga setempat menduga kuat bahwa pembangunan ini dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhatikan standar teknis yang berlaku.
“Bangunannya sudah retak padahal belum lama selesai. Tidak ada papan namanya juga, jadi kami tidak tahu ini proyek dari mana dan anggarannya berapa. Kami curiga ini hanya proyek fiktif atau dikerjakan sembarangan demi meraup keuntungan besar oleh oknum tertentu,” ujar salah satu warga Dusun Bangun Rejo yang enggan disebutkan namanya.
Ketika sebuah proyek infrastruktur publik dibangun tanpa transparansi (tanpa papan nama) dan hasilnya buruk (retak/mangkrak), hal ini sangat wajar menimbulkan kecurigaan terhadap integritas pelaksana dan pengawas proyek. Apakah ini murni kelalaian teknis, atau memang ada unsur kesengajaan untuk menggelembungkan anggaran?
Desakan Audit dan Klarifikasi
Jurnallampung.com mendesak Pemerintah Kampung (Pemkam) Bukit Gemuruh serta Inspektorat Kabupaten Way Kanan untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak. Beberapa poin krusial yang harus dijawab:
- Status Proyek: Dari mana sumber dana pembangunan TPA ini? Mengapa tidak ada papan nama sebagai bentuk akuntabilitas publik?
- Kualitas Konstruksi: Mengapa bangunan baru sudah retak-retak? Siapa kontraktor dan konsultan pengawasnya?
- Fungsionalitas: Apakah TPA ini masih bisa digunakan atau benar-benar gagal fungsi?
Jika dugaan “proyek asal-asalan demi keuntungan” terbukti, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas. Uang rakyat yang dialokasikan untuk kepentingan pendidikan alquran tidak boleh hangus akibat korupsi atau ketidakprofesionalan.
Warga Dusun Bangun Rejo berhak mendapatkan fasilitas TPA yang layak dan aman, bukan bangunan rusak yang justru menjadi beban baru bagi kampung. Transparansi adalah kunci; pasang papan nama, buka data anggaran, dan perbaiki bangunan jika memang memungkinkan. Jika tidak, ganti rugi dan sanksi harus ditegakkan.
(Red)