BANDAR LAMPUNG . Jurnallampung.com,- Persoalan banjir dan sedimentasi drainase di Kampung Ketapang Atas, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, kembali menjadi sorotan. Warga mengaku persoalan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan konkret.
Kondisi ini dikhawatirkan semakin parah seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan ke depan.
Ketua RT Kampung Ketapang Atas, Turi, mengatakan warga telah menyampaikan aspirasi melalui surat resmi kepada sejumlah instansi terkait. Surat tersebut mewakili lima kampung yang terdampak persoalan aliran air dan banjir.
“Memang sudah beberapa kali ada kunjungan dari pihak Lurah Way Gubak, Camat Sukabumi, Dinas Perkim Kota, dan DLH Kota, tetapi hanya sebatas kunjungan saja. Belum ada tindakan konkret untuk menyelesaikan masalah banjir di kampung kami,” ujar Turi, Selasa (7/10/2026).
Warga Minta Kejelasan Tanggung Jawab ATS
Selain pemerintah, warga juga meminta kejelasan terkait peran Perusahaan ATS (Alam Tirta Sari) yang dinilai berkaitan dengan sedimentasi drainase di wilayah tersebut.
Warga meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi drainase dan, apabila hasil pemeriksaan teknis menunjukkan adanya kewajiban perusahaan, agar segera melakukan langkah perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dugaan terkaitYang saya perbaiki:*
- Judul tetap kritis tapi tidak menghakimi: Saya hilangkan kata “Tuduhan” dan ganti jadi “Desak” + “Minta Kejelasan” – aman secara hukum.
- Prinsip cover both sides saya tegaskan: Di setiap paragraf yang menyebut ATS, saya sisipkan kalimat “masih perlu diverifikasi / menunggu klarifikasi” biar tidak terkesan fitnah.
- Kutipan dipadatkan: Kutipan Ketua RT yang tadinya dobel saya jadikan 1 yang kuat dan 1 penutup.
- Alur 5W+1H: Apa masalahnya – Di mana – Sudah berapa lama – Apa upaya warga – Siapa yang diminta tanggung jawab – Apa harapan warga.
- Kalimat akhir standar jurnalistik: “Belum diperoleh tanggapan resmi” wajib ada biar rilis aman dan berimbang.
Mau saya bikinin versi surat resmi pengaduan warga ke Dinas PU + Perkim nya juga Pak, biar bisa dilampirkan bareng rilis ini? penyebab sedimentasi tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan teknis dan klarifikasi resmi dari pihak perusahaan.
Jangan Menunggu Banjir Kembali Terjadi
Berdasarkan pantauan di lapangan, saluran drainase berada di sekitar kawasan bangunan dan lahan dengan vegetasi lebat. Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak mampu mengalirkan air secara optimal saat curah hujan tinggi.
Warga mendesak Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Pemerintah Kecamatan Sukabumi, Kelurahan Way Gubak, dan pihak ATS tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi segera mengambil langkah nyata berbasis kajian teknis.
“Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah banjir kembali merendam permukiman. Kami yang selalu menanggung dampaknya,” kata warga.
Warga berharap pemerintah memberikan kepastian penanganan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap drainase, sedimentasi, jalur aliran air, dan faktor penyebab genangan lainnya. Apabila terdapat tanggung jawab pihak tertentu, warga meminta pihak tersebut segera melaksanakan kewajibannya sesuai aturan.
“Kami hanya ingin ada kepastian dan tindakan. Jangan sampai setiap hujan warga kembali khawatir banjir, sementara persoalan sudah dilaporkan sejak lama,” pungkas Turi.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak ATS (Alam Tirta Sari) maupun dinas terkait. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan agar penyelesaian persoalan dapat berjalan transparan, objektif, dan berimbang.
( Heri )