PRINGSEWU .Jurnallampung.com,–Dugaan ketidaksesuaian standar operasional prosedur (SOP) oleh oknum sopir pengiriman Wings Group di Kabupaten Pringsewu menjadi sorotan. Sejumlah pelanggan mengeluhkan pelayanan di lapangan yang dinilai kurang profesional dan tidak mencerminkan etika pelayanan perusahaan.
Keluhan tersebut disampaikan beberapa pemilik toko dan warung yang mengaku merasa kurang nyaman saat menerima pengiriman barang.
Salah seorang pelanggan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, sikap sopir saat mengantarkan barang dinilai terburu-buru dan kurang ramah.
“Supirnya itu grusa-grusu, tidak ramah dan seperti tidak niat bekerja,” ujar sumber kepada media ini, Rabu (22/04/2026).
Menurutnya, sebagai petugas distribusi yang berhadapan langsung dengan pelanggan, sopir seharusnya mampu menunjukkan sikap sopan, ramah, dan bekerja sesuai standar pelayanan perusahaan.
“Harusnya kan sebagai sopir memberikan pelayanan pada toko atau warung yang ramah dan baik, jangan grusa-grusu,” imbuhnya.
Selain persoalan pelayanan, muncul pula dugaan adanya oknum sopir yang membawa atau memasarkan barang di luar produk resmi perusahaan saat melakukan pengiriman.
Namun dugaan tersebut dibantah salah satu sopir berinisial GN saat dikonfirmasi media ini.
“Saya bekerja di Wings baru tiga hari, dan tidak mungkin kalau produk lain saya bawa selain produk Wings,” jelas GN.
Sementara itu, pimpinan perusahaan di wilayah setempat, Hilmi, telah dikonfirmasi terkait adanya keluhan pelanggan tersebut.
Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi.
Dalam praktik distribusi, perusahaan besar umumnya memiliki aturan ketat mengenai etika pelayanan, termasuk sikap sopir saat berinteraksi dengan pemilik toko maupun konsumen.
SOP biasanya mengatur ketepatan pengiriman, sopan santun, serta larangan membawa atau memperjualbelikan barang di luar produk resmi perusahaan demi menjaga kepercayaan pelanggan.
Masyarakat berharap pihak perusahaan segera melakukan evaluasi internal terhadap kinerja petugas lapangan agar pelayanan tetap terjaga dan nama baik perusahaan tidak tercoreng akibat ulah oknum tertentu.
Hingga saat ini, media ini masih menunggu klarifikasi resmi dari manajemen perusahaan guna memastikan apakah benar terjadi pelanggaran SOP di lapangan atau hanya kesalahpahaman dalam pelayanan distribusi.
(REDAKSI)