JUKUH BATU ,Banjit . Jurnallampung.com – Semangat gotong royong kembali hidup di Kampung Jukuh Batu. Warga Dusun 7 bahu-membahu melakukan perbaikan Jembatan Gantung yang menghubungkan Kampung Jukuh Batu menuju Dusun 7, Minggu (15/6/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Mahdar selaku Kepala Dusun 7.
Perbaikan dilakukan secara swadaya oleh warga sebagai respons kondisi jembatan yang mulai lapuk dan membahayakan pengguna jalan, terutama anak sekolah dan petani yang melintas setiap hari.
Kondisi Jembatan Mengkhawatirkan
Jembatan gantung ini merupakan satu-satunya akses vital warga Dusun 7 untuk menuju pusat kampung, sekolah, dan lahan pertanian. Beberapa tali sling dan papan lantai jembatan sudah keropos sehingga rawan putus.
“Kami khawatir kalau dibiarkan, jembatan bisa putus. Anak-anak sekolah dan ibu-ibu yang ke pasar pasti susah lewat,” ujar Mahdar, Kadus Dusun 7.
“Ini bukti kalau warga Jukuh Batu masih kuat budaya gotong royongnya. Kami tidak menunggu bantuan datang, tapi langsung turun tangan demi keselamatan bersama,” kata Mahdar.
Harapan ke Pemerintah
Mahdar berharap perbaikan darurat ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar ke depan Jembatan Gantung Dusun 7 bisa dibangun permanen dengan konstruksi beton yang lebih aman dan tahan lama.
Warga menargetkan perbaikan selesai sesegera mungkin agar aktivitas warga kembali lancar.
( Agus Yanto )