WAY KANAN, Jurnallampung.com – Gelombang kejahatan jalanan dan kekerasan di Kabupaten Way Kanan seolah tak terbendung. Puncaknya terjadi ketika seorang warga Kampung Sukabumi nekat mencari rumput di area tanggul Kampung Bumiharjo justru menjadi sasaran empuk begal bersenjata api. Korban tidak hanya kehilangan sepeda motor, tetapi juga mengalami luka tembak akibat berusaha melawan perampasan tersebut.
Insiden di Bumiharjo ini bukanlah kasus terisolasi. Sebelumnya, seorang guru SD menjadi korban begal di Jembatan Kiliran, Gedong Batin, dengan modus pelaku yang kini semakin canggih dan berani menyamar. Ditambah lagi dengan aksi pembegalan terbaru di Jalan Provinsi Lampung dekat Jembatan Sungai Way Krupuk (Pisang Indah-Pisang Baru) pada Kamis (16/7/2026) sore, di mana pelaku berhasil kabur menuju OKU Timur tanpa hambatan berarti.
Polisi Dinilai Gagal Ciptakan Rasa Aman
Rangkaian kejadian ini memaksa publik untuk bertanya keras: Ke mana kehadiran Polres Way Kanan?
Fakta bahwa seorang petani bisa ditembak saat sedang bekerja mencari rumput di siang/sore hari di area terbuka seperti tanggul menunjukkan bahwa para begal kini beroperasi tanpa rasa takut sedikitpun. Mereka seolah memiliki “lampu hijau” untuk beraksi karena ketiadaan patroli efektif dan respons cepat dari aparat.
Kinerja Polres Way Kanan dalam menangani maraknya begal ini patut mendapat nilai merah. Alih-alih melakukan penyergapan aktif atau meningkatkan posko keamanan di titik-titik rawan (seperti Jembatan Way Krupuk, Tanggul Bumiharjo, dan Jalur Gedong Batin), kepolisian terkesan pasif dan hanya mengandalkan himbauan via media sosial.
Desakan Tegas: Hentikan “Business as Usual”
Masyarakat Way Kanan menolak alasan klasik seperti “keterbatasan personel”. Nyawa warga dan harta benda mereka taruhannya. Kami mendesak Kapolda Lampung dan Kapolres Way Kanan untuk:
- Lakukan Operasi Semut & Patroli Hutan: Khususnya di area-area terpencil seperti tanggul dan jalur perbatasan yang selama ini jadi sarang begal.
- Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal: Jangan tunggu korban jatuh baru bergerak. Gunakan intelijen untuk memetakan pergerakan sindikat begal yang kini sudah terorganisir.
- Evaluasi Kinerja Polsek: Kapolsek di wilayah rawan (Banjit, Buay Bahuga, Gedong Batin) harus dimintai pertanggungjawaban jika angka kriminalitas di wilayahnya terus meroket.
Jika Polres Way Kanan masih belum mampu menindak tegas para begal ini, maka kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum akan runtuh total. Warga Sukabumi yang tertembak itu adalah bukti kegagalan sistem pengamanan kita. Sampai kapan rakyat harus hidup dalam ketakutan di tanah sendiri?
(Red)