WAY KANAN, Jurnallampung.com – Musim kemarau yang berkepanjangan kembali memakan korban di Kabupaten Way Kanan. Sebuah rumah milik warga bernama Ibu Yuli di Kampung Sangkaran Bhakti,kecamatan blambangan Umpu ,kabupaten Waykanan hangus terbakar pada Sabtu (2/8/2026). Berdasarkan pantauan awal, api diduga bermula dari semak belukar kering di belakang rumah yang kemudian merambat cepat ke bangunan utama akibat hembusan angin kencang.
Andi Aprianto, anggota Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Way Kanan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. Satu unit berasal dari posko Blambangan Umpu dan satu unit lagi dari Baradatu untuk berupaya mengendalikan laju api.
“Kami sudah menurunkan dua armada dari Blambangan Umpu dan Baradatu. Namun, kondisi di lapangan cukup menantang karena sumber air sangat sulit ditemukan akibat dampak kemarau ini,” ujar Andi Aprianto saat dikonfirmasi awak media.
Sementara menunggu bantuan penuh dari petugas Damkar, warga sekitar terlihat bergotong royong berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya seperti ember dan ranting pohon. Kondisi api yang semakin membesar membuat upaya pemadaman mandiri oleh warga terkendala, terutama karena ketiadaan pasokan air yang memadai di sekitar lokasi.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat Way Kanan untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan dan permukiman di musim kemarau. Warga dihimbau untuk membersihkan lingkungan dari vegetasi kering, tidak membakar sampah sembarangan, serta menyiapkan cadangan air darurat di masing-masing pekarangan sebagai antisipasi pertama sebelum bantuan tiba.
Tim Media Jurnallampung masih memantau perkembangan proses pemadaman dan akan menerbitkan update mengenai estimasi kerugian serta penyebab pasti kebakaran setelah penyelidikan selesai dilakukan.
(Red)