MANNA . Jurnallampung.com,– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna terus memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pesantren Kilat Angkatan II dengan materi latihan murajaah huruf hijaiyah dan harkat bacaan Al-Qur’an, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB tersebut dilaksanakan di Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIB Manna dan diikuti oleh WBP peserta Pesantren Kilat Angkatan II, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P., Pembimbing Kerohanian Bima Aditya, S.Sy., serta DKM Masjid At-Taubah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan absensi peserta oleh DKM Masjid At-Taubah. Selanjutnya, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rio Trisna Dayu memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa pembinaan kerohanian dapat menjadi bekal penting bagi WBP dalam memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan Pembimbing Kerohanian Bima Aditya, S.Sy., dengan tema “Berusaha dan Berserah Diri”. Dalam penyampaiannya, peserta diajak untuk senantiasa melakukan ikhtiar secara maksimal dalam memperbaiki diri, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT melalui sikap tawakal.
Memasuki materi inti, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pengenalan huruf hijaiyah mulai dari Alif hingga Ya, cara membedakan makhraj huruf, bentuk huruf ketika disambung, serta pengenalan harkat bacaan seperti fathah, kasrah, dhammah, tanwin, dan sukun.
Materi disampaikan secara interaktif melalui penjelasan, peragaan di papan tulis, serta praktik langsung. Para WBP kemudian diberikan kesempatan membaca Iqra secara bergiliran. Setiap peserta mendapatkan koreksi langsung dari pembimbing terhadap pelafalan dan bacaannya, sementara peserta lainnya menyimak dan mengikuti pengulangan secara bersama-sama.
Di akhir kegiatan, dilakukan evaluasi dan murajaah bersama untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Para WBP juga diarahkan untuk terus mengulang dan mempraktikkan bacaan secara mandiri di blok hunian masing-masing.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian berjalan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Para WBP tampak antusias dan khusyuk mengikuti pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat mental spiritual WBP.
“Pembinaan tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga harus menyentuh aspek kepribadian dan spiritual. Melalui Pesantren Kilat ini, kami berharap WBP semakin mampu membaca Al-Qur’an dengan baik serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam memperbaiki diri,” ujarnya.
Rutan Manna akan terus melanjutkan Pesantren Kilat Angkatan II secara konsisten dan berjenjang. Pendampingan juga akan ditingkatkan, khususnya bagi WBP yang masih mengalami kesulitan dalam mengenali huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur’an.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan sinergi antara petugas, pembimbing kerohanian, serta DKM Masjid At-Taubah, Rutan Manna berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada perubahan positif WBP.
( Rahman )