PESAWARAN, Jurnallampung.com,-17 Juli 2026 – Seorang ibu berinisial NM di Kabupaten Pesawaran mengeluhkan dugaan penelantaran nafkah yang dilakukan mantan suaminya terhadap ketiga anak mereka.
NM mengaku, sejak berpisah, kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari anak-anaknya tidak lagi dipenuhi secara layak.
“Kebutuhan sekolah anak, dari buku, baju, sampai biaya masuk TK belum ada kejelasan. Untuk uang jajan dan makan anak sehari-hari saja sulit. Padahal itu kewajiban sebagai orang tua,” ujar NM saat ditemui, Kamis (17/7/2026).
Ia juga menyoroti perbedaan kondisi yang terlihat di media sosial. Sementara dirinya kesulitan memenuhi kebutuhan anak, mantan suaminya terlihat aktif menunjukkan gaya hidup bersama pasangan barunya.
“Saya bukan minta diumbar. Saya hanya minta hak anak dipenuhi sesuai undang-undang,” lanjutnya.
Kondisi tersebut, kata NM, berdampak langsung pada psikologis anak-anaknya. Setiap kali anak-anak meminta kebutuhan sekolah, jawaban yang didapat tidak pasti.
“Bahkan anak saya sampai bilang, ‘Bapak sudah tidak peduli dan sayang kita lagi’. Anak sekarang sudah mengerti media sosial, mereka sering lihat postingan kebahagiaan dan jalan-jalan ayahnya,” tuturnya dengan mata berkaca.
Atas kondisi tersebut, NM berharap adanya perhatian dan pendampingan dari UPTD PPA (P2TP2A) Kabupaten Pesawaran dan Pengadilan Agama Gedong Tataan, agar hak anak-anaknya atas pendidikan dan nafkah yang layak dapat terpenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak mantan suami yang bersangkutan belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan keterangan berimbang.
(Nuni)