WAY KANAN, Jurnallampung.com – Peristiwa memilukan menimpa seorang bocah di Kabupaten Way Kanan. Alvi, 8 tahun, warga Kampung Negara Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu, dilaporkan hilang terseret arus Sungai Umpu pada Senin, 9 Juni 2026 sekitar pukul 17.15 WIB.
Korban diketahui merupakan putra dari Ali Kusno, 38, warga setempat. Berdasarkan informasi warga, Alvi diduga terpeleset dan hanyut saat bermain di bantaran sungai.
Hingga berita ini diturunkan Selasa, 10 Juni 2026, korban belum berhasil ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.
Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran
Komandan Peleton SAR Penanggulangan Bencana BPBD Way Kanan Mas Modi membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan.
“Kami dari Tim SAR BPBD Way Kanan telah menerima laporan terkait adanya warga, seorang anak laki-laki, yang hanyut dan tenggelam di aliran Sungai Umpu. Saat ini, tim gabungan bersama aparat kampung, TNI, Polri, dan warga setempat masih berupaya maksimal melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Mas Modi.
Proses pencarian difokuskan menyusuri aliran Sungai Umpu dari titik awal korban diduga hanyut hingga ke hilir. Kendala di lapangan berupa arus sungai yang cukup deras dan visibilitas yang terbatas saat malam hari.
BPBD Imbau Orang Tua Awasi Anak
Mas Modi juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengawasi aktivitas anak-anak di sekitar perairan.
“Kami minta orang tua jangan biarkan anak bermain di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Terutama saat musim hujan seperti ini, debit air bisa naik sewaktu-waktu,” tegasnya.
Redaksi Jurnallampung.com turut prihatin dan mendoakan Alvi segera ditemukan dalam keadaan selamat.
(JL 1)