Tanggamus. Jurnallampung. Com, – Diduga PLN di Tanggamus tak peduli keslamatan warga. Kabel aliran listrik di Dusun Girimulyo 2 Pekon Ngarip Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus, semarawut.
Selain kondisinya semrawut, tiang-tiang penyangga kabel yang hanya terbuat dari bambu juga sudah terhat rapuh, bahkan nyaris roboh.
Bahkan kabal-kabal tersebut banyak yang di kaitkan dengan pohon-pohon hidup pinggir jalan. Warga khawatir jika ada kabal yang mengelupas di pohon itu akan berakibat fatal.
Susilo (37), Warga setempat mengatakan, untuk mendapatkan arus listrik di dusunnya, warga harus swadaya mandiri.
“Kampung kami ini kampung swadaya pak, dari mushola, tiang listrik bahkan jalan ini, semua murni swadaya dari kurang lebih 25KK,” katanya.
Dusun tersebut, diakuinya tidak pernah tersentuh anggaran bangunan, baik dari Pemerinatahn Pekon (Desa,RED) atau kabupaten.
“Wilayah Girimulyo, hanya wilayah kami ini yang tidak mendapat anggaran untuk bangunan. Sebenarnya sudah kami ajukan, baik ke pemerintah pekon melalui musdus dan musdes, bahkan ke wakil bupati waktu itu. Tapi, hanya janji-janji terus pak,” ujarnya.
Warga di beberapa dusun tersebu, Kata Susilo, berharap cepat adanya pemekaran Pekon. Agar lebih tersentuh pemabangunan.
“Memang ada yang menyemangati kami, katanya mungkin setelah pemekaran desa, akan mendapatkan anggaran. Tapi kami sudah lelah dengan janji-janji, masalahnya kamipun ikut swadaya untuk biaya pemekaran dari 2018 sampai sekarangpun masih belum ada informasi positif,” kata dia.
Hal tersebut juga dibernarkan oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) 2, Dusun Girimulyo, Adi, bahwa di Dusun tersebut memang selama ini semua pembangunan, warga harus swadaya murni.
“Ya benar pak, untuk lingkungan kami semuanya serba swadaya, baik fasilitas ibadah, jalan umum maupun tiang listrik. Berdasarkan data saya dalam kurun waktu 2022 sampai 2024 ini, ada sekitar 25 KK, yang hidup garis kemiskinan bisa disebut fakirmiskin ada 14KK,” kata Adi.
Bahkan, kata Adi, 12 KK salah satu anggota keluarganya menderita penyakit kronis dan lansia.
“Berdasarkan catatan saya, hanya ada 7 KK yang stabil perekonomian, serta kesehatan anggota keluarganya. Jadi kalau mau diminta swadaya lagi untuk perbaikan fasilitas umum, baik tiang listrik maupun jalan, saya rasa berat pak,” jelasnya.
(YUS)