WAY KANAN, Jurnallampung.com – Semangat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kini bergema hingga ke tingkat pemerintahan kampung. Kepala Kampung Sriwijaya, Kecamatan Umpu Semenguk Kabupaten way kanan, Antoni Nasir, secara resmi meluncurkan kampanye edukasi visual bertajuk “STOP! MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN SEMBARANGAN!”. Melalui poster yang viral di media sosial, Antoni Nasir menyerukan kesadaran kolektif warga untuk menjaga alam demi masa depan generasi penerus.
Dalam materi kampanye tersebut, Antoni Nasir tampil tegas dengan gestur tangan terbuka, melambangkan larangan keras terhadap aktivitas pembakaran liar. Ia mengingatkan bahwa membakar hutan dan lahan bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan tindakan yang memiliki konsekuensi fatal bagi ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Lima Dampak Fatal Membakar Lahan
Antoni Nasir menjabarkan lima akibat serius dari pembakaran lahan yang harus dipahami setiap warga:
- Merusak Lingkungan dan Ekosistem: Kehilangan biodiversitas dan kerusakan tanah jangka panjang.
- Mengganggu Kesehatan: Peningkatan risiko penyakit pernapasan akibat polusi udara.
- Menyebabkan Kabut Asap: Mengganggu aktivitas harian dan transportasi.
- Merugikan Banyak Orang: Dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas.
- Sanksi Pidana & Denda Besar: Pelaku dapat dijerat UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pesan Moral: Alam Bukan Warisan, Tapi Titipan
Yang paling menyentuh dari kampanye ini adalah pesan filosofis yang disampaikan Antoni Nasir: “Alam bukan warisan dari nenek moyang, tapi titipan untuk anak cucu kita.” Kalimat ini menjadi pengingat kuat bahwa tanggung jawab pelestarian lingkungan adalah amanah yang harus dijaga, bukan hak yang boleh dieksploitasi sesuka hati.
Poster tersebut juga memuat lima larangan praktis yang wajib dipatuhi warga Sriwijaya:
- Jangan bakar hutan
- Jangan bakar lahan
- Jangan merusak lingkungan
- Jangan buang puntung rokok sembarangan
- Jaga kebersihan alam kita
Kepemimpinan Tingkat Kampung sebagai Garda Terdepan
Langkah proaktif Kepala Kampung Sriwijaya ini menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian atau BPBD, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan lokal yang mampu menggerakkan kesadaran warga dari akar rumput. Dengan slogan “Jaga Alam untuk Masa Depan yang Lebih Baik!”, Antoni Nasir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mencegah kebakaran, menyelamatkan alam, dan menyelamatkan generasi mendatang.
Masyarakat Kampung Sriwijaya dan sekitarnya diharapkan dapat menjadikan kampanye ini sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Mari kita wujudkan Way Kanan yang bebas asap dan lestari dimulai dari kampung kita sendiri.
(Red)