WAY KANAN, Jurnallampung.com – Kecemasan menyelimuti keluarga Kurniawan (45), warga Tiyuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan. Putri kandungnya yang merupakan siswi kelas 3 SMP Negeri 1 Baradatu, Melati (14), dilaporkan menghilang sejak hari Rabu, 19 Agustus 2026. Dugaan kuat mengarah pada penculikan atau pelarian bersama seorang pria berinisial (M) yang berasal dari Desa Lontar, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) , Sumatera Selatan.

Kurniawan mengungkapkan bahwa putrinya terakhir terlihat di lingkungan sekolah sebelum akhirnya tidak pulang ke rumah dan kontak teleponnya tidak dapat dihubungi. Setelah melakukan penelusuran mandiri dan mendapatkan informasi dari kerabat, ia mencurigai adanya keterlibatan pria dewasa tersebut dalam membawa lari anaknya yang masih di bawah umur.
“Anak saya belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya. Sebagai orang tua, kami sangat khawatir keselamatannya mengingat usianya yang masih remaja dan pelaku adalah orang dewasa dari luar daerah. Kami tidak ingin spekulasi liar berkembang, makanya kami segera menempuh jalur hukum,” ujar Kurniawan dengan nada terbata-bata saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (22/8/2026).
Langkah Hukum Resmi Dilaporkan ke Polres Way Kanan
Menyikapi hilangnya sang anak, Kurniawan telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Way Kanan. Laporan tersebut mencakup identitas lengkap korban, kronologi kehilangan, serta data tersangka Mustofa yang diduga kuat membawa lari Melati. Pihak kepolisian kini tengah memproses laporan tersebut dan kemungkinan besar akan berkoordinasi dengan Polres OKU guna melacak keberadaan kedua individu tersebut.
Keluarga juga mengimbau kepada masyarakat, terutama warga di perbatasan Way Kanan-OKU, untuk waspada jika melihat gadis remaja dengan ciri-ciri Melati bersama pria paruh baya. Informasi sekecil apa pun dinilai sangat berharga untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan.
Imbauan Waspada Pergaulan Bebas & Penculikan
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi orang tua dan pihak sekolah untuk lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak di usia remaja. Modus pendekatan oleh orang dewasa yang tidak dikenal atau kenalan baru di media sosial kerap menjadi pintu masuk eksploitasi terhadap anak di bawah umur.
Polres Way Kanan menghimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri jika menemukan terkait kasus ini, melainkan segera menghubungi posko pencarian atau kantor polisi terdekat. “Kami mengutamakan keselamatan korban di atas segalanya. Penegakan hukum akan berjalan sesuai prosedur setelah korban ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas perwakilan Polres Way Kanan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan Polres Way Kanan dan OKU Selatan masih terus melakukan pengecekan di sejumlah titik rawan dan rumah kerabat tersangka. Keluarga Kurniawan hanya berharap putrinya segera pulang dengan selamat.
(Red)