WAY KANAN. JURNALLAMPUNG.COM, – Petani kelapa sawit di Kabupaten Way Kanan meminta Pemerintah Kabupaten Way Kanan segera melakukan pengawasan langsung ke pabrik pengolahan kelapa sawit menyusul turunnya harga Tandan Buah Segar [TBS] di tingkat petani.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul kondisi distribusi Crude Palm Oil [CPO] yang dilaporkan berjalan normal tanpa hambatan logistik. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam penetapan harga TBS oleh pihak pabrik.
“Distribusi CPO aman, tidak ada kendala. Namun harga TBS di tingkat petani justru mengalami penurunan yang signifikan. Kami meminta Pemkab Way Kanan turun langsung melakukan sidak ke pabrik agar tidak ada praktik yang merugikan petani,” ujar Ali Khomainin salah satu perwakilan petani sawit Way Kanan, Senin [26/5/2026].
Petani menilai, jika pasokan dan distribusi CPO berjalan lancar, maka penurunan harga TBS perlu dijelaskan secara transparan kepada publik. Mereka khawatir kondisi ini berlarut dan berdampak pada pendapatan petani sawit di wilayah Way Kanan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan tidak terjadi praktik penekanan harga oleh pabrik serta menjamin keterbukaan informasi terkait harga pembelian TBS yang berlaku. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha petani dan stabilitas ekonomi masyarakat desa.
Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari Dinas Perkebunan maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Way Kanan terkait rencana pengawasan tersebut.
Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan segera mengambil langkah konkret agar harga TBS kembali sesuai dengan mekanisme pasar yang wajar dan berkeadilan.
( Ferdy )