WAY KANAN, Jurnallampung.com – Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan gerakan membaca, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Lintas Literasi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Program bagi Komunitas Literasi. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Dusun 4 Way Kawat, Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, ini menjadi wadah strategis bagi para pegiat literasi untuk berbagi praktik terbaik dan merancang program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Ketua TBM Rumah Baca Lintas Literasi, Akhmad Suprianto, menegaskan bahwa penguatan kapasitas komunitas adalah kunci agar gerakan literasi tidak stagnan. “Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi untuk membangun masyarakat yang kritis, kreatif, dan berdaya. Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Belajar dari Praktisi Literasi Terbaik
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang telah sukses mengembangkan gerakan literasi di tingkat akar rumput:
- Slamet Ridoin, S.Pd. dari Forum TBM Way Kanan, yang membagikan strategi kolaborasi antar-TBM.
- Neng Yuyun Andriani, S.Pd., Pengelola Perpustakaan Desa Tanjung Bulan, yang memaparkan model pengelolaan perpustakaan berbasis komunitas.
- Sunariah, S.Pd., Ketua TBM Riyadhul Huda, yang berbagi pengalaman dalam merancang programf literasi yang adaptif terhadap potensi lokal.
Para peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam menyusun kurikulum kegiatan, manajemen relawan, serta pendekatan pemberdayaan yang inklusif.
Membangun Jejaring dan Ekosistem Literasi
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, bimtek ini juga berfungsi sebagai forum konsolidasi jejaring. Kehadiran pengelola TBM, pegiat perpustakaan desa, dan unsur masyarakat lainnya menciptakan ruang dialog untuk memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Way Kanan. Kolaborasi ini dinilai vital untuk menciptakan sinergi sumber daya dan menghindari duplikasi program.
Akhmad Suprianto menutup acara dengan komitmen kuat untuk terus menghadirkan agenda pengembangan kapasitas secara berkala. “Kami percaya, ketika komunitas literasi saling menguatkan, dampaknya akan terasa hingga ke pelosok kampung. Mari kita jadikan literasi sebagai gaya hidup yang mencerahkan dan memberdayakan,” pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa gerakan literasi di Way Kanan terus berevolusi, tidak lagi bersifat karitatif semata, melainkan transformatif menuju masyarakat yang berpengetahuan dan mandiri.
(Red)