Pringsewu .jurnallampung.com,– (20/8/2025)
Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) berukuran 11 x 13 meter di Pekon Padangrejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, tengah menjadi polemik dan sorotan publik. Proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp 800 juta ini dinilai tidak wajar dan dianggap terlalu fantastis jika dibandingkan dengan ukuran serta kondisi fisik bangunan di lapangan.
Sejumlah warga menilai besarnya biaya pembangunan menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi lahan yang digunakan untuk pembangunan Pustu tersebut merupakan tanah hibah dari warga setempat, sehingga tidak ada alokasi dana untuk pembebasan lahan.
Tanah tersebut diketahui milik Ibu Walinem, warga Dusun 1 RT 02, yang secara sukarela menghibahkan lahannya demi kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat. Fakta bahwa tanah tidak memerlukan biaya justru semakin memperkuat dugaan bahwa nilai anggaran proyek terlalu tinggi.
Kritik keras juga datang dari Mas Tri, seorang konsultan proyek yang dimintai pendapat oleh media ini. Menurutnya, dengan spesifikasi bangunan Pustu berukuran 11 x 13 meter, dana sebesar Rp 800 juta lebih tidak masuk akal.
“Anggaran ini terlalu besar mas. Kalau menurut perkiraan saya, pembangunan dengan ukuran itu seharusnya cukup di kisaran Rp 400 sampai 450 juta saja. Itu pun sudah termasuk bangunan dengan kualitas baik. Jadi, anggaran sampai Rp 800 juta lebih sangat berlebihan,” tegasnya saat ditemui media ini, Rabu (20/8/2025).
Pernyataan konsultan proyek dan keresahan warga memunculkan dugaan adanya mark up anggaran atau bahkan indikasi korupsi dalam pembangunan Pustu Padangrejo. Beberapa tokoh masyarakat menyebut bahwa pembangunan fasilitas publik memang harus transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat.
“Ini program pemerintah untuk kesehatan rakyat, tapi kalau anggarannya tidak transparan malah bisa jadi celah penyalahgunaan dana. Warga berhak tahu ke mana arah dana Rp 800 juta itu digunakan,” ujar salah seorang tokoh warga yang enggan disebutkan namanya.
Meski demikian, di sisi lain warga juga mengakui bahwa keberadaan Pustu di Pekon Padangrejo memang sangat dibutuhkan. Selama ini masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh ke puskesmas induk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. Kehadiran Pustu diharapkan dapat mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di pedesaan.
Namun, kebutuhan tersebut tidak lantas membuat warga menerima begitu saja besarnya biaya pembangunan. Mereka mendesak pemerintah pekon maupun pihak terkait untuk membuka transparansi penggunaan dana agar tidak menimbulkan polemik berkelanjutan.
(Dimas Mr)