WAY KANAN, Jurnallampung.com – Pemerintah Kabupaten Way Kanan kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang prima dan berorientasi pada keselamatan jiwa. Melalui RSUD Zainal Abidin Pagar Alam (RSUD ZAPA), Pemkab kini tengah merealisasikan pembangunan dua fasilitas vital penanganan kritis anak dan bayi, yakni Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Pembangunan fasilitas berteknologi modern ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan dengan total investasi mencapai lebih dari Rp4 miliar. Kehadiran gedung baru ini merupakan respons strategis pemerintah terhadap kebutuhan mendesak akan perawatan intensif bagi kelompok rentan, sekaligus upaya konkret menekan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Anak di wilayah Way Kanan.
Standar Pelayanan Kritis yang Terintegrasi
Kedua unit perawatan ini dirancang dengan standar nasional untuk memberikan penanganan terbaik bagi pasien pediatrik:
- Gedung PICU: Dirancang khusus untuk merawat anak usia 28 hari hingga 18 tahun yang mengalami kondisi kegawatdaruratan medis atau penyakit kritis, dilengkapi dengan alat monitor dan ventilator canggih.
- Gedung NICU: Menjadi harapan baru bagi bayi baru lahir (neonatus) hingga usia 28 hari, terutama mereka yang lahir prematur, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), atau memerlukan dukungan organ vital.
Dengan beroperasinya kedua fasilitas ini, RSUD ZAPA mampu memberikan penanganan definitif tanpa perlu merujuk pasien ke luar daerah. Hal ini tidak hanya memangkas waktu emas (golden period) penyelamatan nyawa, tetapi juga meringankan beban psikologis maupun finansial keluarga pasien yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh.
Leganya Hati Orang Tua: “Tidak Perlu Lagi Rujuk Jauh”
Kehadiran fasilitas baru ini langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Rahma (34), warga Blambangan Umpu yang sedang mendampingi anaknya menjalani perawatan di RSUD ZAPA, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam.
“Sebagai orang tua, kehadiran gedung ini adalah kabar yang sangat melegakan. Dulu, setiap kali anak atau bayi butuh penanganan kritis, kami selalu waswas karena harus dirujuk jauh ke Bandar Lampung. Sekarang, dengan fasilitas yang lengkap dan dekat, hati kami jadi lebih tenang. Ini bentuk perhatian nyata pemerintah untuk masa depan anak-anak kami,” ujarnya dengan nada bahagia, Senin (17/8/2026).
Harapan Masyarakat: Gedung Megah Harus Diimbangi SDM Unggul
Di balik euphoria pembangunan fisik senilai miliaran rupiah, masyarakat juga menaruh harapan besar agar kemajuan infrastruktur ini berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Warga berharap Pemkab Way Kanan dan manajemen RSUD ZAPA dapat segera menyiagakan dokter spesialis anak, dokter anestesi/intensivis, serta perawat tersertifikasi yang kompeten mengoperasikan alat-alat canggih tersebut. Lebih dari itu, budaya pelayanan publik yang humanis—mulai dari keramahan petugas, transparansi administrasi, hingga kecepatan respons tim medis—menjadi kunci agar fasilitas megah ini benar-benar terasa manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami bangga Way Kanan punya gedung sekeren ini. Tinggal sekarang, isinya harus sama hebatnya. Biar rakyat kecil merasa dihargai saat berobat,” pungkas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Langkah progresif Pemkab Way Kanan melalui RSUD ZAPA ini menjadi bukti bahwa kesehatan adalah prioritas utama. Dengan PICU dan NICU yang memadai, Way Kanan selangkah lebih dekat menuju cita-cita “Indonesia Sehat” yang dimulai dari perlindungan terhadap generasi penerusnya.
(Red)