WAY KANAN, Jurnallampung.com – Setiap kali terjadi musibah kebakaran di wilayah perkotaan atau jalur padat, keluhan warga kerap muncul di media sosial maupun percakapan sehari-hari. Tudingan bahwa armada pemadam kebakaran datang terlambat hingga harta benda hangus terbakar seolah menjadi narasi umum. Namun, di balik tudingan tersebut, tersimpan realitas lapangan yang jarang dipahami publik: petugas Damkar juga terjebak dalam kemacetan parah dan kendala infrastruktur jalan yang sedang diperbaiki.
Kondisi lalu lintas yang semakin padat, terutama pada jam sibuk, membuat mobil pemadam kebakaran—yang memiliki dimensi besar dan berat—sulit bermanuver. Belum lagi adanya proyek perbaikan jalan yang menerapkan sistem buka-tutup jalur secara bergantian, memaksa armada darurat harus antre bersama kendaraan sipil lainnya. Situasi ini jelas bertolak belakang dengan prinsip respons cepat yang diharapkan masyarakat.
“Kami sangat memahami kekecewaan warga saat melihat api melalap bangunan sebelum kami tiba. Namun, kami juga manusia yang terikat aturan lalu lintas dan kondisi fisik jalan. Tidak mungkin kami memacu kendaraan seberat itu di tengah kemacetan atau menerobos jalur buka-tutup tanpa membahayakan pengguna jalan lain,” ujar Andi Aprianto salah satu petugas operasional Damkar Way Kanan saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8/2026).
Petugas menjelaskan bahwa meskipun sirine telah dibunyikan, tidak semua pengendara memberikan prioritas atau bahkan paham cara memberi jalan bagi kendaraan darurat di jalur sempit akibat konstruksi. Ditambah lagi, rute alternatif seringkali tidak tersedia karena hampir seluruh arteri utama sedang dalam tahap rehabilitasi.
Menyikapi dilema ini, Dinas Damkar Way Kanan mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi respons tim di lapangan. Beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan bersama meliputi:
- Edukasi Prioritas Jalan: Sosialisasi masif kepada pengendara tentang tata cara memberi jalan bagi kendaraan darurat, terutama di area konstruksi.
- Koordinasi dengan Kontraktor Jalan: Meminta pihak pelaksana proyek perbaikan jalan untuk menyediakan lajur khusus darurat atau mekanisme bypass instan saat ada panggilan kebakaran.
- Pembentukan Regu Kampung Siaga: Mengaktifkan kembali pos pemadam kebakaran tingkat pekon/kampung dengan peralatan sederhana agar penanganan awal bisa dilakukan sebelum armada utama tiba.
- Transparansi Informasi: Memberikan update status perjalanan armada via media sosial resmi agar warga mengetahui posisi terkini dan alasan keterlambatan jika memang terjadi.
Keselamatan jiwa dan harta adalah tanggung jawab bersama. Alih-alih saling menyalahkan, sinergi antara kesadaran berlasyarakat, kelancaran infrastruktur, dan profesionalisme petugas Damkar adalah kunci meminimalisir dampak bencana kebakaran di masa depan.
(Red)