KATINGAN, Jurnallampung.com – Duka mendalam kembali menyelimuti jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Personel terakhir yang sempat hilang dan dicari-cari dalam operasi pemberantasan narkoba di wilayah Polres Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Berdasarkan konfirmasi dari Sriwijaya Post, almarhum Aiptu Sumariyanto ditemukan pada Minggu pagi, 5 Juli 2026. Penemuan jenazah anggota polisi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aiptu) ini melengkapi daftar korban jiwa dalam insiden berdarah tersebut.
Tiga Pahlawan Negara Gugur Serentak
Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, total tiga anggota Polri telah gugur sebagai kusuma bangsa dalam menjalankan tugas mulia memberantas peredaran gelap narkotika di Bumi Tingang. Sebelumnya, dua rekan seperjuangan mereka, yaitu Bripda Novandri dan Aipda Yudhi Perdana Putra, juga telah lebih dahulu ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ketiga almarhum kini menyandang gelar Anumerta atas pengorbanan nyawa mereka demi keamanan dan ketertiban masyarakat. Foto-foto dokumentasi yang beredar menunjukkan prosesi pemakaman yang penuh khidmat, menjadi bukti duka yang dirasakan oleh keluarga, rekan sejawat, maupun masyarakat setempat.
Penyidikan Intensif Dilanjutkan
Pihak kepolisian saat ini terus mendalami kronologi lengkap insiden yang terjadi saat proses penindakan di lapangan. Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap motif, modus operandi pelaku, serta memastikan tidak ada kelalaian dalam prosedur operasional standar (POS) saat kejadian berlangsung.
Kepergian tiga personel terbaik ini menjadi pengingat keras bahwa perang melawan narkoba adalah pertempuran nyata yang memakan korban jiwa. Masyarakat diharapkan dapat mendukung penuh proses hukum yang berjalan agar para pelaku kejahatannya dapat dihukum seberat-beratnya sesuai undang-undang.
Selamat jalan, Para Pahlawan Negeri. Tugas kalian telah selesai, namun perjuangan melawan narkoba harus terus dilanjutkan oleh kami yang masih hidup.
(Red)