JAKARTA, Jurnallampung.com – Meningkatnya kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi catatan positif bagi institusi penegak hukum tersebut. Namun, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengingatkan agar capaian ini tidak membuat Polri terlena atau berpuas diri.
Menanggapi hasil Survei Litbang Kompas terbaru yang menunjukkan tren positif kepercayaan masyarakat, Sahroni menilai hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa berbagai reformasi dan upaya Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., telah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Jaga Momentum, Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Meski mengapresiasi kenaikan indeks kepercayaan, Sahroni menekankan bahwa momentum ini harus dijaga dengan konsisten. Ia meminta Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme anggota, serta mempererat kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Kepercayaan rakyat adalah aset terbesar Polri. Kenaikan angka survei ini bagus, tapi jangan sampai membuat kita merasa sudah sempurna. Justru ini tanggung jawab baru untuk melayani lebih baik lagi,” ujar Sahroni dalam keterangannya.
Pekerjaan Rumah Masih Menumpuk
Sahroni juga menyoroti bahwa masih banyak tantangan keamanan yang harus diselesaikan secara tuntas. Ia menegaskan bahwa Polri tidak boleh lengah menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang terus berkembang.
Beberapa “pekerjaan rumah” utama yang disebutkan Sahroni meliputi:
- Pemberantasan kejahatan jalanan dan premanisme yang masih meresahkan warga.
- Penindakan tegas terhadap peredaran narkoba.
- Penanganan serius terhadap kejahatan berbasis digital (cyber crime) yang modusnya semakin canggih.
Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini berharap Polri dapat menerjemahkan kepercayaan publik menjadi aksi nyata pemberantasan kejahatan, sehingga rasa aman dan nyaman truly dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
(Red)