WAY KANAN, Jurnallampung.com – Kampung Sriwijaya, Kabupaten Way Kanan resmi ditetapkan sebagai Kampung Bebas Narkoba. Penetapan ini ditandai dengan deklarasi bersama yang dihadiri Bupati Way Kanan Hj. Ayu Asalasiyah dan Kapolres Way Kanan.
Bupati Ayu Asalasiyah menegaskan predikat bebas narkoba bukan sekadar seremonial, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga seluruh warga.
“Ini Beban Berat, Jangan Jadi Slogan Belaka”
Dalam sambutannya, Bupati Ayu menekankan peran vital Kepala Kampung Sriwijaya untuk memastikan wilayahnya benar-benar steril dari narkoba.
“Ini beban yang sangat berat. Karena itu, saya minta kepada Kepala Kampung agar terus berkoordinasi dengan semua elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga ibu-ibu PKK. Tanpa dukungan seluruh warga, predikat ini hanya akan menjadi slogan belaka,” tegas Bupati Ayu.
Ia berharap Kampung Sriwijaya bisa menjadi contoh bagi desa/kelurahan lain di Way Kanan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Kapolres Imbau Laporkan ke 110
Kapolres Way Kanan dalam sambutannya mengajak seluruh warga aktif menjaga lingkungan. Ia meminta warga tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
“Jangan segan-segan melapor. Jika ada yang memakai atau mengedarkan narkoba, segera hubungi kami di 110. Kita akan karantina dan proses sesuai hukum. Keselamatan generasi muda adalah prioritas kita bersama,” ujar Kapolres tegas.
Kepala Kampung: Gerakkan Warga Lewat Program Rutin
Kepala Kampung Sriwijaya Antoni Nasir menyampaikan apresiasi atas dukungan Bupati, Polres, BNN, dan seluruh warga. Ia berkomitmen menggerakkan masyarakat menjaga kampung tetap bersih melalui program berkelanjutan:
- Sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah, majelis taklim, dan pertemuan warga
- Pemberdayaan poskamling dan satgas lingkungan untuk pengawasan 24 jam
- Kerja sama erat dengan BNN dan kepolisian untuk deteksi dini dan rehabilitasi
Awal Perjuangan, Bukan Akhir
Dengan status baru ini, Kampung Sriwijaya diharapkan menjadi percontohan desa sadar narkoba di Bumi Ramik Ragom. Sinergi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai kunci utama memenangkan perang melawan narkoba.
Peresmian ini dinilai sebagai awal perjuangan panjang. Keberhasilan mempertahankan status bebas narkoba sepenuhnya bergantung pada kesadaran dan kepedulian seluruh warga.
“Komitmen kolektif kita yang akan menentukan. Way Kanan optimis bisa menciptakan lingkungan sehat, aman, dan berprestasi tanpa narkoba,” tutup Bupati Ayu.
( Ferdy )