PRINGSEWU. Jurnallampumg.com, — Kepala SMA Negeri 1 Banyumas, Firdaus, akhirnya memberikan klarifikasi terkait dugaan perbuatan tidak pantas yang melibatkan dua orang siswa di lingkungan sekolah tersebut. Klarifikasi disampaikan kepada media pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Firdaus menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan bersama pihak terkait, termasuk dewan guru serta orang tua kedua siswa.
“Alhamdulillah, terkait dugaan tersebut sudah kami selesaikan secara kekeluargaan dan keseluruhannya sudah selesai. Kami dari pihak sekolah juga berkomitmen tetap memberikan kesempatan kepada kedua siswa tersebut untuk melanjutkan pendidikan dan masa depannya agar tidak putus sekolah,” ujar Firdaus kepada media ini.
Ia menegaskan, pihak sekolah tidak hanya mengedepankan ketegasan dalam penanganan persoalan disiplin, namun juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan masa depan peserta didik.
“Selain ketegasan, saya pribadi juga mempertimbangkan hal tersebut dengan hati nurani sebagai kepala sekolah, tetap bijak dalam mengambil keputusan dan tidak ingin persoalan ini berlanjut,” tambahnya.
Firdaus juga menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis lalu dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak sekolah pada keesokan harinya.
“Pada hari Jumat, kami langsung bermusyawarah bersama seluruh dewan guru. Kedua orang tua siswa juga sudah kami panggil untuk berdiskusi dan kami anggap persoalan ini sudah selesai,” jelasnya.
Menurutnya, kedua siswa tersebut masih diberikan kesempatan untuk mengikuti proses belajar mengajar hingga pelaksanaan ulangan semester genap selesai. Setelah itu, berdasarkan kesepakatan bersama orang tua masing-masing, kedua siswa akan dipindahkan ke sekolah lain.
“Kedua siswa tetap melanjutkan pendidikan dan belajar di sekolah ini sampai ulangan selesai. Setelah itu, kedua orang tua bersepakat untuk memindahkan anaknya masing-masing,” tutup Firdaus.
Pihak sekolah berharap persoalan tersebut tidak lagi berkembang menjadi polemik berkepanjangan dan semua pihak dapat menghormati privasi serta masa depan kedua siswa yang bersangkutan.
(TIM RED)