PRINGSEWU .JURNALLAMPUNG.COM,-– SMA Negeri 1 Pringsewu yang selama ini dikenal sebagai sekolah berprestasi dengan julukan sekolah para juara, kini diterpa isu tak sedap. Dugaan praktik mark up anggaran perpustakaan mencuat dan menjadi sorotan media.
Dugaan tersebut menguat setelah tim media jurnalampung.com melakukan konfirmasi langsung kepada Fauzi, salah satu pihak di lingkungan sekolah, pada Jumat (6/5/2026).
Awalnya, media berupaya mengonfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pringsewu terkait penggunaan anggaran perpustakaan yang diduga bermasalah. Namun, Fauzi menyampaikan bahwa saat ini sekolah tengah menghadapi proses pergantian kepala sekolah.
“Sekarang lagi mau ada pergantian kepala sekolah, karena kepala sekolah yang sekarang mau mengundurkan diri,” ujar Fauzi.
Ketika wartawan meminta untuk bertemu dengan pihak yang mewakili kepala sekolah atau yang mengetahui secara langsung pengelolaan anggaran perpustakaan maupun Dana BOS, Fauzi justru menyebutkan bahwa dirinya yang dapat ditemui.
“Yang paling bisa ditemui saya, tapi saya tidak tahu soal masalah anggaran,” ucap Fauzi melalui pesan WhatsApp pribadinya.
Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar, mengingat anggaran perpustakaan merupakan pos penting yang setiap tahunnya menyerap dana dalam jumlah tidak sedikit.
Redaksi jurnalampung.com menilai, dugaan mark up anggaran perpustakaan ini berpotensi menjadi persoalan serius dan perlu ditelusuri secara mendalam.
Oleh karena itu, media menegaskan akan terus melakukan penelusuran serta meminta klarifikasi resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait.
Redaksi juga menekankan komitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas demi keterbukaan dan transparansi pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Pringsewu.
(REDAKSI)
Dugaan Mark Up Anggaran Perpustakaan SMA Negeri 1 Pringsewu Mencuat, Media Akan Telusuri Lebih Lanjut
PRINGSEWU – SMA Negeri 1 Pringsewu yang selama ini dikenal sebagai sekolah berprestasi dengan julukan sekolah para juara, kini diterpa isu tak sedap. Dugaan praktik mark up anggaran perpustakaan mencuat dan menjadi sorotan media.
Dugaan tersebut menguat setelah tim media jurnalampung.com melakukan konfirmasi langsung kepada Fauzi, salah satu pihak di lingkungan sekolah, pada Jumat (6/5/2026).
Awalnya, media berupaya mengonfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pringsewu terkait penggunaan anggaran perpustakaan yang diduga bermasalah. Namun, Fauzi menyampaikan bahwa saat ini sekolah tengah menghadapi proses pergantian kepala sekolah.
“Sekarang lagi mau ada pergantian kepala sekolah, karena kepala sekolah yang sekarang mau mengundurkan diri,” ujar Fauzi.
Ketika wartawan meminta untuk bertemu dengan pihak yang mewakili kepala sekolah atau yang mengetahui secara langsung pengelolaan anggaran perpustakaan maupun Dana BOS, Fauzi justru menyebutkan bahwa dirinya yang dapat ditemui.
“Yang paling bisa ditemui saya, tapi saya tidak tahu soal masalah anggaran,” ucap Fauzi melalui pesan WhatsApp pribadinya.
Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar, mengingat anggaran perpustakaan merupakan pos penting yang setiap tahunnya menyerap dana dalam jumlah tidak sedikit.
Redaksi jurnalampung.com menilai, dugaan mark up anggaran perpustakaan ini berpotensi menjadi persoalan serius dan perlu ditelusuri secara mendalam.
Oleh karena itu, media menegaskan akan terus melakukan penelusuran serta meminta klarifikasi resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait.
Redaksi juga menekankan komitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas demi keterbukaan dan transparansi pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Pringsewu.
(REDAKSI)