PRINGSEWU .JURNALLAMPUNG.COM,-– Dugaan praktik mark up anggaran perpustakaan di SMA Negeri 1 Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, semakin menguat setelah kepala biro jurnalampung.com Yang juga mewakili rekan-rekan Media phtner secara resmi mendatangi langsung SMA Negeri 1 Pringsewu untuk melakukan konfirmasi terkait penggunaan anggaran perpustakaan.
Di ruang kantor sekolah, wartawan bertemu dengan lima Wakil Kepala Sekolah (Waka) dari berbagai bidang. Namun, saat dimintai keterangan terkait besaran anggaran, mekanisme pembelanjaan buku, hingga pihak penyedia (CV/PT), tidak satu pun Waka mampu memberikan jawaban yang jelas dan terukur, meskipun anggaran perpustakaan sekolah tersebut mencapai hampir Rp 300 juta per tahun.
Senin, (9/2/2026)
Rilis ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah pemberitaan media online yang telah lebih dulu terbit terkait pengelolaan anggaran di SMA Negeri 1 Pringsewu.
Lima Waka Akui Tidak Tahu Detail Anggaran
Dalam pertemuan tersebut, Fauzi mengaku tidak mengetahui secara detail besaran anggaran perpustakaan.
“Detailnya saya tidak tahu angka besarnya anggaran tersebut,” ujar Fauzi.
Hal serupa juga disampaikan oleh Waka lainnya, Agus, yang menyatakan tidak mengetahui persoalan anggaran perpustakaan.
“Saya juga tidak tahu masalah anggaran tersebut, Mas,” ucap Agus.
Sementara itu, Lukman Hakim menjelaskan bahwa dirinya hanya mengetahui secara umum terkait mekanisme penawaran buku.
“Biasanya ada pemilik CV atau PT yang datang menawarkan buku ke sekolah, tapi lebih detailnya saya tidak tahu, Pak,” kata Lukman Hakim.
Konfirmasi via WhatsApp Dinilai Menghindar
Sebelumnya, berdasarkan hasil konfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Fauzi mempersilakan media untuk menemui jajaran wakil kepala sekolah.
“Monggo temui lima wakil kepala sekolah sekaligus, ok,” cetus Fauzi.
Namun, saat ditanya lebih lanjut terkait anggaran perpustakaan dan Dana BOS, Fauzi justru memberikan jawaban yang dinilai tidak menyentuh substansi.
“Sekarang masih rapat, nanti mau ke Cabdin, gitu bro. Dimas, kok jadi panjang sih, kan aku sudah minta maaf, dikau sudah dibantu untuk web,” tulis Fauzi melalui pesan WhatsApp.
Anggaran Fantastis, Ratusan Juta Rupiah per Tahap
Berdasarkan data yang dihimpun Wartawan Media ini alokasi anggaran SMA Negeri 1 Pringsewu untuk pos pengembangan perpustakaan dan pos terkait tercatat sangat signifikan, bahkan mendekati ratusan juta rupiah di setiap tahap pencairan Dana BOS.
Dugaan Mark Up dan Tuntutan Transparansi
Dengan besarnya alokasi dana, namun minimnya penjelasan dari pejabat struktural sekolah, media menilai terdapat indikasi kuat lemahnya transparansi dan potensi dugaan mark up anggaran, khususnya pada pos pengembangan perpustakaan.
Pimpinan Redaksi menegaskan akan terus mengawal, menelusuri, dan meminta klarifikasi resmi dari:
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pringsewu
Wakil Kepala Sekolah
Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin)
Dinas Pendidikan Provinsi Lampung
Inspektorat terkait
Guna memastikan penggunaan Dana BOS berjalan sesuai aturan, kebutuhan riil sekolah, serta prinsip akuntabilitas dan transparansi publik.
Media ini juga membuka ruang hak jawab bagi pihak SMA Negeri 1 Pringsewu maupun instansi terkait demi keberimbangan informasi.
(TIM REDAKSI)