WAY KANAN, Jurnallampung.com – Ketidakpuasan terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah di Kelurahan Kasui Pasar memaksa warga untuk bergerak sendiri. Warga Lingkungan 4 dan Lingkungan 7 secara bergotong royong melakukan perbaikan jalan menggunakan dana swadaya murni dari sumbangan masyarakat setempat, lantaran aspirasi mereka hingga kini belum mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga yang tinggi. Puluhan warga terlihat bahu membahu mengoperasikan mesin molen, mengaduk semen, hingga mengangkut material kayu dan batu split menggunakan gerobak dorong. Suasana kerja keras tercipta di tengah terik matahari, membuktikan bahwa masyarakat setempat memiliki solidaritas yang kuat demi kenyamanan bersama.
Sabek, salah satu warga setempat yang turut terlibat dalam aksi gotong royong tersebut, mengungkapkan bahwa keputusan untuk memperbaiki jalan secara mandiri diambil karena rasa “tidak tahan” lagi melihat kondisi jalan yang semakin memprihatinkan.
“Kami sudah tidak tahan lagi melihat kondisi jalan yang rusak berat. Sudah lama kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan, khususnya dinas terkait, agar bisa turun tangan memperbaiki jalan di Kasui Pasar ini. Namun, hingga saat ini tidak ada respon sama sekali,” ujar Sabek dengan nada kecewa.
Ia menjelaskan bahwa karena ketiadaan bantuan dari anggaran daerah, warga berinisiatif mengumpulkan dana sumbangan dari warga yang peduli. “Makanya masyarakat berinisiatif melakukan gotong royong dengan swadaya. Dana bersumber dari warga yang peduli dengan kondisi jalan. Kami ingin jalan ini bisa segera layak pakai lagi,” tambahnya.
Desakan untuk Pemkab Way Kanan
Kondisi di Kasui Pasar ini menjadi cerminan adanya kesenjangan antara kebutuhan mendesak masyarakat dengan respons birokrasi. Meskipun semangat gotong royong adalah modal sosial yang luar biasa, perbaikan infrastruktur skala jalan seharusnya tetap menjadi tanggung jawab utama pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Melihat fakta di lapangan, kami mendesak Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk:
- Segera Melakukan Survei Lapangan: Datang langsung ke Lokasi Lingkungan 4 dan 7 Kelurahan Kasui Pasar untuk melihat realitas kerusakan dan apresiasi terhadap usaha warga.
- Berikan Apresiasi dan Dukungan: Keberanian warga memperbaiki jalan secara swadaya patut diapresiasi. Pemerintah sebaiknya tidak tinggal diam, melainkan memberikan dukungan material atau teknis agar hasil kerja keras warga lebih awet dan berkualitas.
- Masukkan dalam Prioritas Perbaikan: Jangan biarkan inisiatif warga ini menjadi alasan bagi pemda untuk menunda kewajiban mereka. Segera alokasikan anggaran perbaikan jalan permanen di Kasui Pasar pada tahun anggaran berikutnya.
Gotong royong warga Kasui Pasar adalah bukti ketahanan komunitas, namun negara tidak boleh absen. Infrastruktur yang layak adalah hak dasar warga, bukan sekadar hasil keringat swadaya semata.
( Ferdy )