Oleh: Ferdiansyah,Bendahara DPC Pro Jurnalismedia Siber Waykanan
Bangsa ini menitipkan masa depannya pada pundak generasi muda. Namun titipan itu hari ini sedang diuji. Narkoba, barang haram yang menjanjikan “kenikmatan sesaat”, ternyata adalah racun paling halus yang merusak akal, raga, dan masa depan.
Data BNN RI mencatat pengguna narkoba di Indonesia masih didominasi usia produktif 15-35 tahun. Artinya, mereka yang seharusnya kuliah, bekerja, membangun usaha, justru terjebak dalam lingkaran hitam. Otak yang seharusnya diasah dengan ilmu, malah dirusak oleh zat adiktif. Tangan yang seharusnya membangun, malah gemetar karena sakau.
Bahaya narkoba tidak memandang status. Sudah terlalu banyak contoh nyata. Artis papan atas yang kariernya melejit, hancur seketika karena jeratan barang haram. Pejabat yang dipercaya rakyat, nama baiknya luruh saat terseret kasus narkoba. Ada yang kehilangan panggung, ada yang kehilangan jabatan, ada yang kehilangan keluarga. Semua karena satu keputusan keliru: mencoba sekali saja.
Yang lebih menyedihkan, korbannya bukan hanya mereka. Keluarga hancur, anak-anak kehilangan figur orang tua, masyarakat kehilangan teladan. Satu orang memakai narkoba, puluhan orang di sekitarnya ikut menanggung luka.
Untuk generasi penerus, narkoba adalah jebakan. Di awal ia tampak seperti “pelarian stres”, “gaya anak gaul”, atau “cara biar semangat kerja”. Padahal ujungnya hanya dua: penjara atau kuburan. Tidak ada kamus “coba-coba” di dunia narkoba. Sekali masuk, keluarnya butuh perjuangan luar biasa.
Karena itu, perang melawan narkoba tidak bisa diserahkan hanya ke BNN dan polisi. Ini tugas kita semua. Orang tua harus jadi benteng pertama dengan komunikasi terbuka ke anak. Sekolah dan kampus harus tegas dengan edukasi plus pengawasan. Tokoh agama, tokoh adat, hingga media massa wajib terus menyuarakan bahaya narkoba tanpa lelah.
Generasi emas 2045 hanya akan lahir jika generasi hari ini selamat dari narkoba. Jangan sampai kita punya bonus demografi, tapi isinya generasi yang rusak fisik dan mentalnya.
Ingat, narkoba tidak pernah memberi apa-apa kecuali penyesalan. Say no to drugs, karena masa depan bangsa terlalu mahal untuk ditukar dengan barang haram.
Katakan Tidak! Katakan Lawan!
Blambangan Umpu, 30 Mei 2026