Waykanan.Jurnallampung.com, – Dugaan permainan absensi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan mulai menjadi sorotan publik. Sejumlah ASN eselon III diduga menggunakan modus tertentu untuk mengelabui sistem absensi sehingga tetap tercatat hadir meski ruang kerja sering kosong pada jam dinas, Senin [25/5/2026].
Informasi yang beredar menyebutkan adanya dua modus yang dilakukan. Modus pertama, ASN diduga memanfaatkan aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan check in dan check out dilakukan dari jarak jauh. Dengan cara itu, data absensi tetap tercatat hadir meski yang bersangkutan tidak berada di kantor.
Modus kedua, ASN disebut hanya datang pada pagi hari untuk melakukan absensi masuk, lalu meninggalkan kantor dan kembali menjelang sore untuk absensi pulang.
Akibatnya, sistem menunjukkan kehadiran normal setiap hari, sementara kondisi di lapangan menunjukkan sejumlah ruang kerja pejabat kosong saat jam kerja berlangsung. Kondisi ini disebut membuat suasana beberapa kantor di lingkungan Pemkab Way Kanan terlihat sepi meski masih dalam jam kerja aktif.
Ketua DPC Pro Jurnalismedia Siber Kabupaten Way Kanan, Hermansyah, meminta sistem absensi ASN segera dievaluasi dan dibenahi agar kedisiplinan pegawai meningkat serta tidak merugikan negara.
“Jangan sampai ASN hanya terlihat hadir di sistem absensi, tapi tidak ada di ruang kerja masing-masing. Ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya.
Hermansyah juga mendorong pengawasan diperketat dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan sidak rutin ke setiap OPD pada pagi dan sore hari.
“Satpol PP bisa dilibatkan membantu pengawasan disiplin ASN dengan mendatangi satker secara langsung pagi dan sore,” ujarnya.
Ia berharap Bupati Way Kanan melakukan evaluasi terhadap ASN yang diduga mempermainkan sistem absensi sebelum pelantikan pejabat eselon III dan IV dilakukan. Menurutnya, ASN yang terbukti tidak disiplin seharusnya tidak kembali diberikan jabatan strategis.
“Kita berharap jargon Sikop benar-benar dijalankan dengan ASN dan pejabat yang disiplin, bekerja nyata, dan mampu berinovasi, bukan hanya aktif di absensi,” tutupnya.
( DPC PJS WAYAKANAN )