PRINGSEWU . Jurnallampung.com,– Sikap Kepala Sekolah SMPN 2 Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, menjadi sorotan setelah beberapa kali upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan media ini melalui pesan WhatsApp ke nomor pribadi yang bersangkutan tidak mendapat tanggapan.
Jum’at, (17 April 2026)
Upaya konfirmasi tersebut dilakukan guna meminta penjelasan terkait sejumlah informasi mengenai pengelolaan anggaran di lingkungan sekolah, termasuk penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta realisasi beberapa pos anggaran lain yang diduga terdapat kejanggalan. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirim belum mendapat respons dari pihak kepala sekolah.
Tidak hanya sekali, wartawan media ini mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi yang bersangkutan untuk memperoleh keterangan secara langsung, namun tetap tidak diindahkan. Kondisi ini memunculkan penilaian bahwa pihak sekolah terkesan tertutup terhadap insan pers.
Salah seorang jurnalis setempat, Yus, mengaku bahwa sikap kepala sekolah tersebut memang sudah kerap menjadi perbincangan di kalangan wartawan.
“Kepsek itu susah diajak komunikasi, jarang merespons, dan terkesan sombong memang,” ujar Yus kepada media ini.
Sikap tertutup pejabat publik terhadap wartawan dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, terlebih ketika media menjalankan fungsi kontrol sosial untuk memastikan penggunaan anggaran negara berjalan secara transparan dan sesuai aturan.
Sebagai lembaga pendidikan negeri yang dibiayai oleh anggaran pemerintah, sekolah semestinya menjunjung tinggi prinsip keterbukaan informasi publik, sehingga setiap penggunaan dana yang bersumber dari negara dapat diketahui masyarakat secara jelas dan akuntabel.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala SMPN 2 Adiluwih belum memberikan klarifikasi maupun jawaban atas konfirmasi yang telah disampaikan. Media ini tetap membuka ruang hak jawab kepada pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.
(TIM RED)