PRINGSEWU.JURNALLAMPUNG.COM, – Situasi pengelolaan anggaran di SMA Negeri 1 Pringsewu dinilai semakin memprihatinkan. Dalam kunjungan resmi jurnalampung.com ke SMA Negeri 1 Pringsewu, lima Wakil Kepala Sekolah (Waka) dari bidang yang berbeda-beda tidak satu pun mampu menjelaskan secara rinci terkait anggaran Dana BOS maupun anggaran pengembangan perpustakaan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, mengingat anggaran perpustakaan sekolah tersebut setiap tahunnya mencapai ratusan juta rupiah, dan kini diduga kuat terjadi praktik mark up anggaran.
Selasa, (10/2/2026)
Dugaan tersebut menguat setelah kepala biro jurnalampung.com secara langsung melakukan konfirmasi di ruang kantor SMA Negeri 1 Pringsewu. Dalam pertemuan itu, wartawan mempertanyakan secara spesifik besaran anggaran, mekanisme pembelanjaan buku, realisasi fisik, serta pihak penyedia (CV/PT). Namun, seluruh Waka yang ditemui mengaku tidak mengetahui secara detail terkait anggaran tersebut.
Lima Waka Akui Tidak Mengetahui Anggaran
Fauzi menyatakan dirinya tidak mengetahui detail besaran anggaran perpustakaan.
“Detailnya saya tidak tahu angka besarnya anggaran tersebut,” ujar Fauzi.
Hal serupa juga disampaikan oleh Waka Agus.
“Saya juga tidak tahu masalah anggaran tersebut, Mas,” ucap Agus.
Sementara itu, Lukman Hakim mengaku hanya mengetahui secara umum terkait adanya pihak luar yang menawarkan buku.
“Biasanya ada pemilik CV atau PT yang datang menawarkan buku ke sekolah, tapi lebih detailnya saya tidak tahu, Pak,” katanya.
Konfirmasi WhatsApp: Media Diminta Temui Waka
Sebelumnya, melalui sambungan WhatsApp, Fauzi mempersilakan media untuk menemui lima Wakil Kepala Sekolah.
“Monggo temui lima wakil kepala sekolah sekaligus, ok,” cetus Fauzi.
Namun, saat ditanya lebih lanjut terkait anggaran perpustakaan dan Dana BOS, Fauzi justru memberikan jawaban yang dinilai tidak menyentuh substansi.
“Sekarang masih rapat, nanti mau ke Cabdin, gitu bro. Dimas, kok jadi panjang sih, kan aku sudah minta maaf, dikau sudah dibantu untuk web,” tulis Fauzi.
Anggaran Fantastis, Ratusan Juta Rupiah per Tahap
(Bagian data anggaran 2024–2025 tetap seperti rilis sebelumnya)
Dugaan Mark Up dan Tuntutan Transparansi
Tidak adanya penjelasan dari para pejabat struktural sekolah terhadap anggaran Dana BOS dan anggaran perpustakaan yang bernilai ratusan juta rupiah ini dinilai sebagai indikasi serius lemahnya transparansi dan akuntabilitas, serta memperkuat dugaan adanya praktik mark up anggaran.
Redaksi jurnalampung.com menegaskan akan terus mengawal dan melakukan konfirmasi lanjutan kepada:
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pringsewu
Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin)
Dinas Pendidikan Provinsi Lampung
Inspektorat dan instansi pengawas terkait
Media ini juga membuka ruang hak jawab bagi pihak SMA Negeri 1 Pringsewu maupun instansi terkait agar pemberitaan tetap berimbang dan berdasarkan klarifikasi resmi.
(*TIM)